Linkshare

drinking water filters

Thursday, 16 July 2009

Defisit APBN, kapan maju nya Indonesia?



Hingga semester I-2009, APBN 2009 (dokumen stimulus) mengalami defisit 0,2% dari PDB. Realisasi defisit hingga akhir 2009 diperkirakan tidak sampai 2,5% dari PDB seperti yang ditargetkan dalam APBN. Defisit diperkirakan terus meningkat tajam pada kuartal III dan kuartal IV. Jadi dengan perkiraan meningkatnya defisit pada kuartal III dan IV, maka defisit APBN 2009 secara keseluruhan akan mencapai 2,5% dari PDB. Sedangkan realisasi pendapatan negara pada semester I-2009 belum mencapai setengah (50%) dari target setahun yang ditetapkan APBN 2009.


Menurut berita yang dilansir oleh DetikFinance.com, "Pemerintah memperkirakan defisit anggaran tahun 2010 akan berada pada kisaran 1,5-1,8%, dan angka tersebut dinilai masih mampu dikendalikan dan dalam batas wajar."

Kalau tiap tahun anggaran selalu defisit, bagaimana negara ini akan berkembang? Yang lebih gawat lagi adalah pemerintah menganggap kalo defisit ini adalah wajar. Dengan adanya defisit pada anggaran, maka bisa dikatakan bahwa pembelanjaan negara lebih besar daripada pendapatan negara jika pendapatan negara
tidak mengalami peningkatan.

Sebagai sebuah negara, Indonesia harus mempunyai pendapatan yang lebih besar daripada pengeluaran. Tidak hanya sebagai sebuah negara. Untuk kita masing-masing individu harus juga menerapkan prinsip ini, dimana kita tidak boleh membelanjakan semua penghasilan kita apalagi sampai melebihi penghasilan tersebut.

Pada prinsipnya, defisit anggaran bisa dianggap wajar jika dibarengi dengan pertumbuhan ekonomi, peningkatan infrastruktur umum seperti transportasi, kesehatan, komunikasi, dll, dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Tetapi itu semua tidak terjadi sampai pada hari ini. Kemana arah kebijakan pemerintah pusat? Akan dibawa ke mana masa depan rakyat Indonesia kalau defisit anggaran terjadi setiap tahunnya? Mari, kita sebagai generasi muda Indonesia lebih bersikap kritis, tetapi tanpa melakukan hal-hal yang anarkis. (CRoe.Ta)

No comments:

Post a Comment